Arsip tag motivasi belajar siswa

PROPOSAL SKRIPSI PENERAPAN PENDEKATAN PENGAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PENDEKATAN INKUIRI DALAM MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH AMBALAWI TAHUN PELAJARAN 2010/2011

25 Nov

PROPOSAL SKRIPSI

PENERAPAN PENDEKATAN PENGAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PENDEKATAN INKUIRI

DALAM MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII
SMP MUHAMMADIYAH AMBALAWI
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

OLEH
FEMIYATI
NPM: 07.3.01.0318

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) BIMA
2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan akhir ini menjadi pusat perhatian sepenuhnya dari pemerintah. Hal ini karena menyadari bahwa pendidikan merupakan upaya yang sangat strategis bagi pembentukan manusia seutuhnya, yaitu masyarakat dan bangsa Indonesia. Tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, 2003: 8). Jelas dari rumusan tujuan tersebut pendidikan merupakan sektor penting yang strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, baik lahir mapun batin.

Mengungkapkan permasalahan rendahnya kualitas pendidikan akan melibatkan komponen-komponen penting dalam suatu sistem pendidikan pada umumnya dan proses belajar pada khususnya. Komponen-komponen tersebut adalah guru, siswa, materi, metode, media instruksional, sumber belajar, sarana dan prasarana serta komponen lainnya. Sebagaimana dikatakan di atas, bahwa rendahnya mutu pendidikan disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya faktor siswa itu sendiri. Faktor rendahnya kualitas pendidikan tersebut dapat berupa kurangnya minat siswa memperluas wawasan dan mencari informasi berkaitan dengan materi pelajaran yang dipelajari dengan cara membaca buku dan media lainnya. Kurangnya minat belajar tersebut kalau dibiarkan dan tidak dicarikan solusinya berimplikasi pada rendahnya prestasi belajar.

Di samping mengajar, guru kelas di SMP Muhammadiyah Ambalawi hendaknya dapat melaksanakan bimbingan belajar kepada siswa, walaupun ada beberapa komponen aspek bimbingan konseling yang memerlukan kerja profesional yang tidak dapat dilaksanakan oleh guru kelas (Witono, 1992). Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan di sekolah. Pengalaman di SMP Muhammadiyah Ambalawi menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh turun prestasi belajar siswa yang dikarenakan rendahnya intelegensi, namun dapat pula disebabkan karena siswa tidak mendapat layanan bimbingan yang memadai. Mengingat pentingnya kegiatan bimbingan belajar, maka tugas dan tanggung jawab pelaksanaannya dilimpahkan kepada guru pembimbing saja, apalagi di SMP Muhammadiyah belum ada guru Bimbingan  dan Konseling, oleh karena itu bimbingan belajar bagi siswa di SMP khususnya SMP Muhammadiyah merupakan tanggung jawab bersama, terutama guru kelas. Layanan Bimbingan belajar merupakan salah satu komponen pendidikan yang tak dapat dipisahkan sari sistem pendidikan di sekolah. Dinyatakan demikian karena bimbingan belajar memiliki peranan strategis yang sangat peting dalam proses pendidikan di sekolah.

Menurut Mc.Donald (dalam Sardiman, 1987), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang  yang ditandai dengan munculnya ‘feeleng’ dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Sementara untuk pengertian motivasi belajar

Motivasi belajar siswa di SMP Muhammadyah Ambalawi masih perlu ditingkatkan, karena kenyataannya pada saat proses belajar mengajar berlangsung, masih banyak siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru, termasuk tugas-tugas rumah yang diberikan belum semua siswa mengerjakan. Bila kondisi seperti tersebut dibiarkan maka akan berakibat pada rendahnya prestasi belajar pada siswa di SMP Muhammadyah Ambalawi. Motivasi belajar sangat penting ditumbuhkan kepada siswa, karena dapat mendorong siswa untuk belajar dengan baik dan tekun sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang baik. Bimbingan belajar di rumah juga akan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, demikian pula siswa di SMP Muhammadyah Ambalawi. Bimbingan belajar yang diharapkan dari guru kepada anak berupa bentuk kebiasaan dalam mendidik, memimpin, dan membimbing anak sehari-hari dan sebagai tugas kodrati yang dilandasi cinta kasih yang ditentukan oleh sifat-sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh orang tua yakni sifat-sifat otoriter, liberal dan demokrasi, yang berdampak pada kebiasaan dan motivasi belajar anak.

Bertolak dari uraian di atas, maka penulis berminat untuk mengadakan penelitian tentang Hubungan Bimbingan belajar di rumah dan motivasi belajar siswa pada SMP Muhammadiyah Ambalawi tahun pelajaran 2011/2012.

  1. B.     Rumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang masalah di atas, permasalahan yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut:  Apakah ada  hubungan bimbingan belajar di rumah dengan motivasi belajar siswa pada SMP Muhammadiyah Ambalawi tahun pelajaran 2011/2012

  1. C.    Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah penelitian, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bimbingan belajar di rumah dengan motivasi belajar belajar siswa pada SMP Muhammadiyah Ambalawi tahun pelajaran 2011/2012.

D. Asumsi Penelitian

Penelitian ini bertolak dari beberapa asumsi atau anggapan dasar, yaitu sebagai berikut: jika pelaksanaan bimbingan belajar di rumah ada dan memadai maka motivasi belajar siswa akan tinggi.

E. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian adalah manfaat atau sumbangan hasil penelitian yang dapat diharapkan baik untuk aspek teoritis maupun praktis.

  1. Kegunaan aspek teoritis

Dari aspek teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pemberian bimbingan belajar dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa meningkat.

  1. Kegunaan aspek praktis

Dari aspek praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam mengambil kebijakan dalam meningkatkan pemberian bimbingan belajar dikaitkan dengan motivasi belajar siswa.

F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini, untuk menghindari perbedaan persepsi perlu diberi ruang lingkup dan batasan penelitian sebagai berikut.

  1. Variabel penelitian; variabel penelitian adalah bimbingan belajar, motivasi belajar siswa SMP Muhammadiyah Ambalawi tahun pelajaran 2011/2012.
  2. Subyek penelitian; subyek penelitian adalah siswa kelas II SMP Muhammadiyah Ambalawi tahun pelajaran 2011/2012.
  3. Lokasi penelitian; lokasi dilaksanakan penelitian adalah SMP Muhammadiyah Ambalawi.

G. Definisi Operasional Variabel

Sesuai dengan variabel yang diteliti, maka definisi operasional variabel diberikan terhadap variabel-variabel penelitian, yaitu sebagai berikut:

  1. Bimbingan belajar adalah suatu layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa agar siswa dapat mengembangkan diri dalam sikap dan kebiasaan belajar yang baik dan memanfaatkan fasilitas belajar dengan efektif dan efisien sehingga berdampak pada peningkatan motivasi belajar.
  2. Motivasi belajar adalah upaya keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang timbul akibat pengaruh daru dalam dan luar, sehingga menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.    Tinjauan Tentang Bimbingan Belajar

  1. Pengertian Bimbingan Belajar
  2. Tujuan Bimbingan Belajar
  3. Manfaat Bimbingan Belajar
  4. Peranan Bimbingan Belajar
  5. Prinsip-prinsip Bimbingan Belajar
  6. B.     Motivasi Belajar
    1. Pengertian Motivasi Belajar
    2. Pentingnya Motivasi Belajar
    3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Belajar
  7. C.    Hubungan Antara Bimbingan Belajar Di rumah Dengan Motivasi Belajar Siswa

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

                                                 

A.    Rancangan Penelitian

Dalam penelitian menggunakan rancangan deskriptif yaitu menggambarkan keadaan yang sebenarnya terjadi dengan sifat peneliti kuantitatif, yaitu mengumpulkan dan mengolah data berasal dari hasil penelitian tiap variabel sehingga terdapat hubungan antara variabel tersebut dan dilakukan analisis, dimana hasil penelitaian ini akan disajikan dalam bentuk tabel.

Sebelum pelaksanaan penelitian ini dilangsungkan, terlebih dahulu diadakan persiapan-persipan yang menyangkut administrasi penelitian dari STKIP yang ditujukan kepeda sekolah untuk dijadikan lokasi penelitian, serta persiapan lainnya, baik menyangkut waktu, persiapan tenaga, alokasi dana, serta persiapan lainnya.

   Dalam teknik pengumpulan data, akan digunakan teknik observasi atau pengamatan langsung terhadap subyek yang mengalami masalah dengan bimbingan belajar serta data dokumentasi yaitu mengambil dan mencatat hasil prestasi siswa yang dijadikan sampel dalam waktu rentang tertentu, yang nilai ujian semester ganjil (sebelum bimbingan belajar), nilai ujian mid semester genap dan nilai ujian semester genap tahun pelajaran 2011/ 2012 (setelah peleksanaan bimbingan belajar). untuk mendapatkan hasil yang valit maka sebagai alat ukur yang terakhir adalah dengan melihat hasil nilai ujian semester setelah diadakan bimbingan.

B.     Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah subyek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa jika kita bicara tentang subyek penelitian, sebetulnya kita berbicara tentang unit  analisis, yaitu subyek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian (Arikunto, 2002). Jadi yang menjadi populasi dalam penelitian ini yaitu keseluruhan siswa kelas VIII  pada SMP Muhammadyah Ambalawi Tahun Pelajaran 2011/ 2012 sejumlah 126 orang siswa dari 126 orang siswa tersebut maka yang menjadi subyek penelitian adalah 25% dari jumlah siswa yang ada yaitu sebesar (126/ 100 x 25% = 31)

Tabel 3.1 Keadaan Sampel Siswa Kelas VIII SMP Muhammadyah Ambalawi

 

No Kelas Jumlah Keterangan
1 VIII1 7
2. VIII2 8
3. VIII3 8
4. VIII4 8
Jumlah 31  
C.    Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Metode Angket

Angket adalah sejumlah pertanyaan dalam bentuk tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dari responden (Arikunto, 1999). Angket dalam penelitian ini akan digunakan untuk memperoleh data atau informasi mengenai keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.

Angket berjumlah 25 butir pertanyaan yang dilengkapi dengan 3 buah alternatif jawaban, yaitu sering/selalu, kadang-kadang, dan tidak pernah. Masing-masing diberi skor berturut-turut 3, 2, dan 1. Angket akan dijawab atau diisi langsung oleh siswa. Berdasarkan jumlah item angket dan skor yang ditentukan, maka skor maksimal yang mungkin akan dicapai dalam angket menjadi 75 dan minimal 25.

Dalam metode ini, diadakan pengamatan secara langsung terhadap siswa yang mengalami minat baca rendah, dan selanjutnya diberikan bimbingan belajar. Kisi-kisi untuk variabel bimbingan belajar, dan prestasi belajar dapat dilihat pada tebel 3.1 di bawah ini.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Variabel Penelitan

No Variabel Indikator Deskripsi
1 2 3 4
1. Bimbingan belajar Sosialisasi Bimbingan Belajar

Pengembangan diri

sikap dan kebiasaan belajar yang baik

memilih materi pelajaran yang cocok

kecakapan

kesulitan belajarSenang Menerima Bimbingan belajar

fisik yang sehat dan rohani

kemauan pribadi dan motivasi

jadwal belajar dirumah

ruang belajar sendiri

penyediaan rapor belajar

konsentrasi belajar

kepercayaan diri

penyesuaian materi pelajaran

penguasaan materi pelajaran

belajar seluruh dan bagiannya

faktor jasmaniah dan rohaniah

sosial dan budaya, lingkungan

faktor fisik dan rohani

orang tua dan ekonomi2.Motivasi BelajarInformasi simbol cetak

nilai tambahjenis literatur

penguasaan literatur

penggunaan tanda baca

pengaruh terhadap pribadi

motivasi dan prestasi belajar

animo membaca

waktu luang dan penampilan

  1. Metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah salah bentuk pengumpulan data angka berasal dari arsip-arsip, majalah, rapor dan bentuk catatan lainnya dan dianggap sangat penting. Metode ini berupa nilai rapor, yang telah diraih pada tahap ujian semeser ganjil, mid semester genap dan semester genap 2011/ 2012

Pencatatan nilai prestasi belajar siswa yaitu nilai ujian semester ganjil, nilai ujian mit semester genap dan nilai ujian semester genap tahun pelajaran 2011/ 2012 setelah diadakan kegiatan bimbingan belajar

D.    Teknik Analisa  Data

Teknik analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah yaitu perhitungan teknik korelasi, untuk mencari hubungan bimbingan belajar yang telah diterapkan dapat ukur dengan cara membandingkan prestasi belajar siswa sebelum diberikan bimbingan belajar dengan setelah diberi bimbingan belajar tajun pelajaran 2011/ 2012.

Setelah data terkumpul maka akan di analisis dengan menggunakan rumus product moment sebagai berikut:

Keterangan :

X         = Skor variabel X

Y         = Skor variabel Y

X2        = Kuadrat dari skor variabel X

Y2        = Kuadrat dari skor variabel Y

XY      = Skor variabel X dikalikan dengan skor variabel Y

N         = Sampel

r           = Koefisien korelasi yang dihitung

(Hadi, 1984: 295).

DAFTAR PUSTAKA

 Arikunto, 1993. Prosedur Penelitian Suatau Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Djumhur, dan Surya, Moh. 1975. Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Guidance  & Counseling), Bandung: CV. Ilmu.

Hadi,

Moh. Uzer Usman & Lilis Setiawati, 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Prayitno & Erman Anti, 1999. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Penerbit. Rineka Cipta.

Surya, Muhammad,. 1996. Psikologi Pembelajaran dan  Pengajaran. Jakarta: Mahaputra Adidaya.

Winkel, W.S. 1996.  Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Walgito, Bimo. 1985. Bimbingan Dan Penyuluhan Di Sekolah. Yogyakarta: Yayasan penerbit Fakultas Psikologi UGM.

Witono, H.A. 1992. Peranan Guru kelas dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar. Gema Rinjani; Media Lintas Informasi Ilmiah. Nomor 12 Tahun V (84-90).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.